6 Langkah Strategis untuk masuk Universitas Pada awal tahun, biasanya banyak siswa kelas 12 & alumni SMA/sederajat yang mulai berpikir untuk masuk kuliah. Bagi mereka yang udah ngebet banget untuk masuk kuliah, segala upaya akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Tapi dalam upaya mencapai tujuan ini, para calon mahasiswa ini seringkali dihadapkan dengan berbagai macam pertanyaan yang membingungkan, contohnya seperti: Saya cocoknya berkuliah di jurusan apa? Universitas yang bagus di Indonesia ada apa saja sih? Ada apa aja sih jalur penerimaan masuk mahasiswa di Indonesia? Sebaiknya cara masuk universitas A itu lewat jalur seleksi apa ya? Bagaimana taktik menentukan urutan pemilihan jurusan ketika daftar SNMPTN/SBMPTN? Apa saja indikator dalam menentukan urutan prodi dalam pendaftaran SNMPTN/SBMPTN? Apakah passing grade itu adalah tolak ukur yang akurat untuk memprediksi persaingan calon mahasiswa? … dan masih banyak pertanyaan lain yang biasanya m...
federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA), melalui sebuah artikel diunggah dalam situs resminya (www.fifa.com), mengenang kehebatan Ramang, mantan bintang tim nasional Indonesia, tepat pada tahun peringatan ke-32 kematiannya, Rabu (26/09/2019). Ramang, yang meninggal pada 26 September 1987, disebut, seperti tertulis dalam judul artikel tersebut, sebagai "Orang Indonesia yang Menginspirasi Puncak Sukses Tahun 1950-an (Indonesian who inspired '50s meridian)". Kehebatan Ramang yang dikenang dan dikupas panjang lebar di situs FIFA itu, terpusat saat pemain asal Makassar tersebut memperkuat Indonesia di Olimpiade Melbourne 1956. Ajang itu dianggap puncak sukses timnas Indonesia di level internasional, setelah menjadi negara Asia pertama yang tampil di Piala Dunia pada 1938 di Perancis.Artikel ini telah tayang di kompas.id dengan judul "FIFA Mengenang Kehebatan Ramang", Jika penampilan di Piala Dunia 1938 Indonesia masih bernama "Dutch East Indies" dan belum berbendera Merah Putih, karena masih dalam status jajahan Belanda, penampilan di Olimpiade Melbourne 1956 Indonesia sudah tampil sebagai negara merdeka. Selain itu, di Piala Dunia 1938 Indonesia hanya sekali berlaga, menjadi satu-satunya tim yang tampil di Piala Dunia hanya sekali laga, dan langsung tersingkir setelah dipukul Hongaria 0-6. Adapun saat tampil di Olimpiade Melbourne 1956, Indonesia tampil sebagai negara merdeka, dan sempat menahan Uni Soviet yang belakangan tampil juara dengan skor 0-0, sebelum akhirnya menyerah 0-4 pada partai ulangan. Indonesia lolos ke Piala Dunia 1938, setelah Jepang dan kemudian Amerika Serikat enggan bertanding lawan mereka dalam laga play-off. Tim Merah Putih tampil di Olimpiade 1956 setelah Taiwan, calon lawan di babak kualifikasi, dianggap mengundurkan diri, karena terlambat menyerahkan daftar pemainnya. Bersama India, Bulgaria, Yugoslavia, dan Amerika Serikat, tim Merah Putih mendapat bye dan langsung lolos ke perempat final dengan lawan Uni Soviet. Dalam laga melawan Uni Soviet itulah, konteks cerita kehebatan Ramang dikenang lewat artiket situs resmi FIFA tersebut. "Bek-bek uni Soviet yang bertubuh raksasa langsung terbangun saat Ramang, penyerang lubang bertubuh kecil, melewati dua dari mereka dan memaksa (kiper Lev) Yashin melakukan penyelamatan dengan tepisan," demikian tulis FIFA dalam artikelnya. "Dan meski tim Gavril Kachalin memegang kendali penguasaan bola setelahnya, mereka dibuat frustrasi oleh kegagalan mereka menjebol gawang tim underdog dan oleh skill Ramang dalam serangan balik." "Pemain berusia 32 tahun (Ramang) hampir saja membuat Indonesia unggul, yang bakal menjadi puncak kejutan, pada menit ke-84 andai saja tendangannya tidak ditahan pria yang dikenal luas sebagai kiper terhebat dalam sejarah sepak bola," lanjut FIFA. "Jika Uni Soviet belum tahu siapa Ramang sebelum laga tersebut, mereka tentu saja memberi perhatian padanya menjelang laga ulangan." "Begitu besar perhatian mereka (kepada Ramang) (pada laga ulangan itu) Kachalin memerintahkan (Igor) Netto, playmaker tim (Uni Soviet), agar tampil dengan peran lebih defensif untuk menetralisir dampak pemain Indonesia bernomor 11 (Ramang). (Taktik) itu ada hasilnya. Uni Soviet menang 4-0." Penampilan epik Indonesia dalam laga pertama tersebut, yang dinyatakan dalam artikel FIFA itu sebagai "salah satu hasil-hasil paling mengejutkan dalam sejarah Olimpiade", tercipta berkat Ramang. Seperti ditulis FIFA, Ramang rutin mencetak gol sejak menjalani debut timnas pada 1952. Ia mengemas 19 gol hanya dari enam laga, termasuk dua gol terkenalnya dengan gerakan salto, dalam lawatan ke Timur Jauh, setahun kemudian, ketika Indonesia hanya kalah dari Korea Selatan. Ramang juga menceploskan gol, saat Indonesia menyingkirkan China pada kualifikasi Piala Dunia 1958 Swedia. Indonesia mundur dari laga berikutnya, setelah menolak bertanding melawan Israel dengan alasan politik. Sebelum ajang tersebut, Indonesia menghajar India 4-1 dan tampil sebagai peringkat ketiga Asian Games 1958. Di Turnamen Merdeka Games 1960, setelah kalah dari Korea Selatan pada laga pembuka, dengan inspirasi Ramang, Indonesia mengoleksi 20 gol dalam empat kemenangan beruntun, dan tampil sebagai pemenang ketiga. Tahun 1959, Jerman Timur datang ke Jakarta untuk laga persahabatan. Banyak orang menyangka, mereka bakal menang mudah atas Indonesia. Namun, pada laga itu Ramang memecah kebuntuan, lewat gocekan mautnya dan berbuah gol kedua Endang Witarsa, hingga laga melawan Jerman Timur berakhir dengan skor 2-2. "Itu salah satu peristiwa tak terhitung yang membuat suporter Indonesia dan PSM Makassar, klub tempat Ramang menghabiskan sebagian besar kariernya, tergetar oleh seorang laki-laki yang terpaksa bekerja dengan upah rendah dan hidup sangat miskin, hanya untuk memperturutkan kecintaannya pada olahraga yang digemarinya," tulis FIFA. "Dan ketika pesepak bola Indonesia yang secara diperdebatkan paling hebat itu meninggal 32 tahun lalu, Rabu ini, legenda Ramang akan terus diceritakan," demikian kalimat penutup artikel FIFA tersebut.
Postingan populer dari blog ini
Misteri Mata Naga di Tengah Pantai Usai Tsunami Selat Sunda 7.1k Bangkai kapal kayu milik nelayan yang terdampar di bibir Pantai Anyer Carita usai Tsunami Selat Sunda (Liputan6.com / Nefri Inge) Liputan6.com, Palembang - Bencana alam tsunami Selat Sunda masih sangat jelas di ingatan Jamin (46), yang menjadi korban gulungan ombak besar pada hari Kamis (22/12/2019) malam itu. Warga Desa Cibenda, Kecamatan Carita, Kabupaten Serang Banten ini, sehari-hari berjualan makanan di pinggir pantai. Dia turut merasakan digulung ombak setinggi 9 meter, yang juga menghancurkan rumahnya. Beberapa kejadian mistis pun sempat dialaminya usai selamat dari bencana alam tersebut. Salah satunya yaitu penampakan bola api yang seperti mata berwarna merah di tengah pantai. “Saya juga ikut hanyut terbawa ombak tsunami, tapi bersyukur bisa selamat. Beberapa jam kemudian, saya kembali ke rumah yang sudah hancur. Saat itulah, saya melihat ada penampakan sepasang ...

semogA blong bermanfaat
BalasHapusmakasi atas infonya
BalasHapusthanks atas infonya
BalasHapusini sangat bermanfaat bagii saya
Makasih infonya Brio
BalasHapusmakasih atas infonya
BalasHapusTERIMA KASIH ATAS INFONYA
BalasHapusmakasih atas infonya
BalasHapusi like it
BalasHapusgod jobbbb
BalasHapusngerii broo
BalasHapusterima kasih
BalasHapusbujur sangat beermanfaat
BalasHapusterimakasih, mantapp
BalasHapusmantap
BalasHapusterima kasih
BalasHapusterima kasih
BalasHapusbujur
BalasHapusteerimakasih
BalasHapusmantap
BalasHapusterimaksih gan
BalasHapusmantap
BalasHapusmantap
BalasHapusmantappp
BalasHapusaa siap
BalasHapusmantap mas
BalasHapusmantap
BalasHapusSaya lebih tau sejarah sepak bola indonesia
BalasHapusbagus
BalasHapusgood
BalasHapusbujur
BalasHapusmantap
BalasHapusBagus
BalasHapusTerima kasih
BalasHapusInfo yang sangat menraik,terimkasih
BalasHapusThanks
BalasHapusmakasih atas infonya
BalasHapusmantap jiwa
BalasHapusgoddd
BalasHapusinformasih bagus
BalasHapusbujur
BalasHapusmatap
BalasHapusgood
BalasHapussemagat
BalasHapusgoooood
BalasHapusbujur
BalasHapusgoood
BalasHapusbujr
BalasHapusinformasih bagus
BalasHapus